Tampilkan postingan dengan label ldii 2017. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ldii 2017. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Desember 2017

Mengaji Yang Benar Menurut Quran dan Hadist | Amalan LDII

Sumber Hukum LDII adalah Al-Quran dan Hadist. Dalam memahami Alquran dan Hadist, ulama LDII juga menggunakan ilmu aat seperti ilmu Nahwu, shorof, badi', ma'nai, bayan, mantek, balaghoh, usul, fiqih, Muastholahul-hadist, dan sebagainya. Ibarat orang akan mencari ikan perlu sekali menggunakan alat untuk mempermudah menangkap ikan, seperti jala ikan. Perumpamaanya adalah seperti jala ikan. Perumpamaannya adalah seperti orang yang akan mencari jarum didalam sumur, perlu menggunkan besi sembrani. Untuk memahami arti dan maksud ayat-ayat Alquran tidak cukup hanya dengan penguasaan dalam bahasa ataupun ilmu shorof. Al-Quran memang berbahasa Arab tapi tidak berarti orang yang mampu berbahasa arab akan mampu pula memahami arti dan maksud dari ayat-ayat Al-Quran dengan kemampuan yang patut dimiliki oleh seorang da'i atau mubaligh, begitupun ilmu alat (Nahwu Shorof)

Mengaji merupakan salah satu amalan yang paling penting di dalam Islam. Di LDII untuk memahami arti dan maksud dari ayat-ayat Al-Quran maka da'i ataupun para mubaligh/ghoh telah memiliki kemampuan-kemampuan sebagaimana berikut:

1. Ilmu Balaghoh, yaitu ilmu yang dapat membantu untuk memahami dan menentukan mana yat-ayat yang mansukh (diganti/ralat) dan mana ayat-ayat yang nasikh 9gantinya), dan mana ayat-ayat yang merupakan petunjuk larangan (pencegahan).

2. Ilmu Asbabun Nuzul, yaitu Ilmu yang membahas sebab musabab trunnya ayat-ayat Al-Quran. Dengan Ilmu tersebut dapat diketahui situasi dan kondisi bagaimana dan kapan serta dimana ayat suci Al-Quran diturunkan.

3. Ilmu kalam, Yaitu ilmu tauhid yang membicarakan tentang keesaan Allah, sekaligus membicarakan sifat-sifatnya.

4. Ilmu Qiro'at, yaitu ilmu yang membahas Macam-macam bacaan yang telah diterima dari Nabi Muhammad (Qiro'atus Sab'ah)

5. Ilmu Tajwid, Yitu ilmu yang membahas cara-cara yang benar dalam membaca Al-Quran.

6. Ilmu Wujuh Wan-Nadzair, yaitu Ilmu yang menerangkann kata-kata dalam Al-Quran yang mempunyai arti banyak.

7. Ilmu Ghoribil Quran, yaitu ilmu yang menerangkan kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa atau tidak juga terdapat dalam percakapan sehari-hari.

8. Ilmu Ma'rifatul Muhkam Wal Mutasyabih, Yaitu ilmu yang menerbangkan ayat-ayat hukum dan ayat-ayat yang mutasyabihah.

9. Ilmu Tanasubi Ayatil Quran, yaitu ilmu yang membahas persesuaian/kaitan anatar satu ayat dalam Al-Quran dengan ayat yang sebelum dan sesudahnya.

10. Ilmu amtasil Quran, yaitu ilmu yang membahas segala perumpamaan atau permisalan.

mengaji yang benar menurut quran dan hadist


LDII menggunakan metode pengajian tradisional, yaitu guru-guru yang berasal dari bebrapa alumni pndok pesantren sperti, Gading Mangu di Kab Jombang, Wali Barokah Kab Kediri, Seruni, di Kab Sidoarjo dan masih banyak Lainnya. Merka bersam-sama mempelajari ataupun bermusyawarah beberapa waktu terlebih dahulu sebelum menyampaikan pelajaran dari Al-Quran dan Hadist Kepada para Jama'ah pengajian rutin atau kepada para sntriwan dan santriwati di pondok-pondok LDII, Untuk menjaga supaya tidak terjadi kekeliruan dalam memberikan penjelasan tentang pemahaman Al-Quran dana Hadist Kemudian Guru mengajar murid secara Langsung (Manqul) bai bacaan, makna (diterjemahkan secara Harfiyah), keterangan, dan untuk bacaan Alquran memakai ketentuan Tajwid.

Apakah yang dimaksud dengan" Manqul" ?, Manqul berasala dari bahasa Arab, yatu "Naqola-Yanqulu", yang artinya "Pindah". Maka ilmua yang manqul adalah ilmu yang dipindahkan / Tranfer dari guru kepada murid. Dengan kata lain, Manqul artinya berguru, yaitu terjadinya pemindahan ilmu dari guru kepada murid. Dasarnya adalah sabda Nabi Muhammad dalam Hadist Abu Daud, yang Bebunyi: " Kamu sekalian mendengarkan dan didengarkan dari kamu sekalian dan didengar dari orang yang mendengarkan dari kamu sekalian".

Dalam Pelajaran "Tafsir Manqul" berarti mentafsirkan suatu ayat Alquran dengan auyat Alquran lainnya, menafsirkan ayat Alquran denganhadist, "Manqul" berarti belajar Hadist dari guru yang mempunyai Isnad (Sandaran Guru) sampai kepada Nabi Muhammad. Dasarnya adalah ucapan Abdulloh bin Mubarok dalam Muqodimah Hadist Muslim, yang berbunyi : " Isnad itu termasuk agama, seandainyatidak ada isnad niscaya orang akan berkata menurut sekehendaknya sendiri".

Dengan Mengaji Yang benar yakni dengan Cara Manqul, Musnad dan Mutasil ( Persambungan dari guru ke guru erikutnya sampai sahabat dan sampai kepada Nabi Muhammad ), Maka secepatnya kita dapat menguasai Ilmu Al-Quran dan Hadist dengan mudah dan benar. Dengan demikian, kita segera dapat mengamalkan apa yang terkandung didalam Al-Quran dan Hadist sebagai pedoman ibadah kita. Dan sudah barng tentu penafsiran Al-Quran harus mengikuti apa yang telah ditafsirkan oleh Nabi Muhammad.



Amalan Andalan Penarik Rezeki | Amalan LDII

Umat Islam harus sangat bersyukur karena Nabi Muhammad Saw telah meneladani umatnya dengan beberapa amalan Ibadah yang sangat mudah dilakukan namun hasilnya bisa membawa kebaikan dunia kahirat, Termasuk salah satu teladan beliau adalah 10 Amalan yang mudah mendatangkan rejeki halal dan barokah.


10 Amalan Penarik Rezeki

amalan andalan


1. Memperbanyak Istighfar.
Berdasarkan sabda Rosululloh SAW dalam hadist riwayat Ahmad yang artinya "Barangsiapa yang memperbanyak membaca Istighfar, maka Alloh akan menjadikan segala kesusahan, menjadi kemudahan dan dari segala kesempitan Alloh akan menjadikan jalan keluar dan Alloh akan memeri rejeki untuknya dari yang dia sangka maupun yang tidak dia sangka"

Rosululloh SAW Bersabda : "Sesungguhnya rojul dicegaha rezekinya, sebab dosa yang dikerjakannya." (HR Muslim) Sabda Rosululloh SAW dalam Hadist Sunan Ibnu Majjah yang artinya: " Sesungguhnya seorang laki-laki akan dihalang-halangi rezekinya sebab kesalahn (dosa) yang telah ia kerjakan"

2. Senang Menghormati Tamu
Berdasarkan Sabda Rosululloh SAW dalam Hadist Riwayat Abu Syaikh yang artinya "Tamu datang dengan membawa rezekinya dan dia pergi dengan menghilangkan dosa kaum, dan alloh menghapus dari dosanya dan juga dosa-dosa kaum". Berdasarkan hadist ini, siapapun yang menjadi tamu harus dihormati jangan disia-siakn, sebab jika menyia-nyiakn tamu maka akan mendapat ancaman.

Juga sabda Rosululloh SAW :' Tamu datang pada kalian dengan membawa rezeki" (HR.Muslim)

3. Memperbanyak Infaq Fisabilillah
Alloh berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Baqoroh ayat 261 yang artinya "Perumpamaan orang-orang yang menginfakan hartanya dijalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Alloh melipat gandakan  (Ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Alloh Maha Luas (Karunianya) Lagi maha mengetahui"

4. Memperbanyak Shilaturahim (Menyambung Famili)

Alloh berfirman dalam Al-Quran Surat An-nisa ayat 1, yang artinya "Dan bertaqwalah kepada Alloh yang dengan (mempergunakan) namanya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Alloh selalu menjaga dan mengawasi kamu". Sabda Rosululloh daam Hadist Bukhori yang artinya " Barangsiapa yang ingin diluaskan dalam rezekinya dan ingin dipanjangkan dalam umumnya makan supaya menyambung famili).

5. Meningkatkan Taqwa kepada ALLOH.
Firman Allah dalam Al-Quran Surat At-Tholaq ayat 2-4, yang artinya: " Barangsiapa bertaqwa kepada Alloh niscaya dia akan memberi baginya jalan keluar. dan memberinya rezeki dari arah yang tidak di sangka-sangka ...Barangsiapa bertaqwa kepada Alloh, maka Alloh akan memudahkna didalam semua perkara orang tersebut"

6. Memperbanyak Tawakal Kepada Alloh

Sesuai dengan firman Aloh dalam surat At-Tholaq ayat 3, yang artinya : "...Dan barangsn sbda Rosululloh SAW siapa yang bertawakal kepada Alloh niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya) ..." Dan sesuai dengan sabda Rosululloh Saw dalam Hadist Sunan Ibnu Majjah, yang artinya :Nabi Bersabda:" Seandainya kalian tawakal kepada Alloh dengan sebenar-benarnya tawakal kepada Alloh, niscaya Alloh akan memberi rezeki pada kalian sebagaimnan Alloh memberi rezeki pada burung, ketika pagi burung dalam keadaan lapar namun ketika sore burung dalam keadaan kenyang".

7. Berusaha Menjadi orang yang Jujur dan Amanat
Rosululloh SAW dalam hadist riwayat Ad-Dailami, bersabda  "Amanah bisa menarik Rezeki (mendatangkan) pada rezki sedangkan khianat dapat menarik (Mendatangkan) kemelaratan".

8. Selalu Berprasangka Baik Kepada Alloh (Husnidzon Billah)
Berprasangka baik merupakan merupakan perintah dari Alloh dan rosul, Ternyata mendatangkan rezeki dari Alloh. Berprasangka yang baik merupakan inti dan sebaik-baiknya ibadah kepada Alloh, sesuai sabda Rosululloh SAW dalam Hadist Riwayat At-Tirmidzi ,: "Sesungguhnya baiknya persangkaan kepada Alloh Termasuk sebaik-baiknya ibadah kepada Alloh"

9. Menerbitkan Sholat Tahajud dan Berdoa 1/3 malam yang Akhir.

Seperti yang dijelaskan dalam Hadist Bukhorui, yang artinya: 'Rosululloh Saw bersabda : Alloh yang maha Barokah dan maha Luhur setiap malam turun kelangit dunia, ketika tepat pada waktu 1/3 malam yang Akhir sambil berfirman : "Barang siapa yang berdoa padaku maka akan aku kabulkan, barangsiapa yang minta padaku maka akan kuberi, barangsiapa yang minta ampun padaku maka akan aku ampuni". wah sholat Tahajud memberikan pahala dan manfaat yang banyak ya.

10. Menerbitkan membaca Surat Al-Waqiah.
Sabda Rosululloh SAW yang bermaksud: "Barngsiapa yang membacca surat al-Waqiah setiap malam , maka tidak akan tertimpa kesulitan selamanya" (Riwayat Ibnu Mas'ud : Al- Azkar, Al-jami al-Soghir)

" Ajarkanlah Surat Al-Waqiah kepada Istri-istrimu . Karena sesungguhnya ia adalah suarah kekayaan." (Hadist riwayat Ibnu Ady)

Amalan-amalan diatas dapat berubah-ubah hitungan Ini bisa bertambah, atau malah berkurang yang terpenting adalah bagaimana hal ini bisa menginspirasi kita menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu-waktu. Jangan terpaku hanya urusan rezeki saja, maksudnya kekayaan saja namun niat karena Alloh harus sangat dijaga. Sebab Rezeki itu bermakna luas, bukan sekedar harta dan benda semata seperti kesehatan, istri/suami yang baik, anak turun yang sholih-sholihah juga termasuk rezeki yang besar.








Selasa, 05 Desember 2017

Macam-macam Pengajian Didalam LDII



PENGJIAN LDII
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengadakan pengajian Al-Quran dan Al-Hadist dengan rutinitas. Umumnya pengajian diadakan 2-3 kali seminggu. LDII mempunyai program pembinaan caberawit (usia prasekolah sampai SD) yang terkoordinasi diseluruh masjid LDII. Selain pengajian umum, juga ada pengajian khusus remaja dan pemuda, pengajian khusus ibu-ibu, dan bahkan pengajian khusus Manula/Lanjut Usia. Pada musim liburan sering diadakan kegiatan pengkhataman Al-Quran dan hadist selama beberapa hari yang biasa diikuti anak-anak warga LDII dan Non LDII untuk mengisi waktu liburan mereka. Dalam pengajian LDII ini pula diberi pemahaman kepada peserta didik tentang bagaimana pentingnya dan pahalanya orang yang mau belajar dan mengamalkan Al-Quran dan Hadist dalam keseharian mereka.

LDII mengadakan berbagai forum tipe pengajian berdasarkan kelompok usia dan gender antara lain:


1. Pengajian kelompok tingkat PAC

pengajian ini diadakan rutin 2-3 kali dalam seminggu di masjid-masjid, musholla-musholla atau surau-surau yang ada hampir disetiap desa di Indonesia. Materi pengjian ditingkat kelompok ini yaitu Al-Quran (bacaan, terjemahan, dan keteranagn), hadist-hadist himpunan dan nasihat agama. Dalam forum ini pula jamaah LDII diajari hafalan-hafalan doa, dalil-dalil Al-Quran, Al-Hadist dan hafalan surat-surat pendek Al-Quran. Dalam forum pengajian kelompok tingkat PAC ini jamaah juga dikoreksi amalan ibadahnya seperti praktek berwudhu dan sholat.

2. Pengajian Caberawit

Pengembangan mental agama dan akhlaku karimah jamaah dimulai sejak usia dini. Masa kanak-kanak merupakan pndasi utama dalam pembentukan keimanan dan akhlak umat, sebab pada usia dini seorang anak mudah dibentuk dan diarahkan. Pengajian Caberawit diadakan setiap hari disetiap kelompok pengajian LDII dengan materi antara lain bacaan iqro, menulis pegon, hafalan doa-doa dan surat-surat pendek Al-Quran. Forum Pengajian Caberawit juga diselingi dengan rekreasi dan bermain.

3. Pengajian Muda-Mudi

Muda-Mudi atau usia remaja perlu mendapat perhatian khusus dalam pembinaan mental agama. pada usia ini pola pikir anak mulai berkembang dan pengaruh negatif dari lingkungan semakin kuat. Karena itu pada masa ini perlu menjada dan membentengi para remaja dengan kefahaman agama yang memadai agar generasi muda LDII tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat, dosa-dosa dan pelanggaran agama yang dapat merugikan masa depan mereka.Selain itu khusus putri ada kegiatan khusus yaitu pengjian keputrian, yang mana pengajian ini membuat seorang wanita mengerti dan sadar bahwa menjaga aurot merupakan hal yang terpenting.
Pembinaan generasi muda dalam LDII setidaknya memiliki 3 sasaran yaitu:

  1. Menjadikan generasi muda yang sholeh, alim (banyak ilmunya) dan fakih dalam beribadah.
  2. Menjadikan generasi  muda yang berakhlakul karimah (berbudi pekerti luhur), berwatak jujur, amanah, sopan dan hormat kepada orang tua dan orang lain.
  3. Menjadikan generasi muda yang tertib, disiplin, terampil dalam bekerja dan bisa hidup mandiri.

4. Pengajian Wanita/Ibu-ibu

Para wanita, ib-ibu dan remaja perlu diberi wadah khusus dalam pembinaan keimanan dan peningkatan kepahaman agama, mengingat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita.Selain itu banyak persoalan khusus dalam agama islam menyangkut peran wanita dan para ibu. Haid Kehamilan, nifas, bersuci (menjaga najis), mendidik dan membina anak, melayani dan mengelola keluarga merupakan persoalan khusus wanita dan ibu-ibu LDII juga memberkan pengetahuan dan keterampilan praktis tentang keputrian yang berguna untuk bekal hidup sehari-hari dan menunjang penghasilan keluarga.

5. Pengajian Lansia
Para Lansia perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat pada usia senja diharapkan umat muslim lebih mendekatkan diri kepada Alloh sebagai persiapan menghadap kepada illahi dalam keadaan khusnul Khotimah.

6. Pengjian Umum
Pengajian umum merupakan forum gabungan antara beberapa jamaah PAC dan PC LDII. Pengajian ini juga merupakan wadah silaturahmi antar jamahh LDII untuk membina kerukunan dan kekompakan antar jamahh.

Itulah macam-macam pengjian yang ada didalam LDII, Semua pengajian LDII bersifat terbuka untuk umum, siapapun boleh datang mengikuti setiap pengjian sesuai dengan jadwal yang tela ditentukan. Dan kami berharap kami tidak akan mendengar bahwa LDII merupakan aliran sesat atau apalah. Karena semua kegiatan LDII merupakan kegiatan yang terbuka untuk siapapun, dan kami menerima siapapun untuk belajar ilmu agama bersama LDII.

Senin, 20 November 2017

Ciri Khas Dari LDII



Pertama kita akan memberikan pengertian tentang apa itu LDII, LDII atau Lembaga Dakwah Islam Indonesia merupakan organisasi dakwah kemasyarakatan diwilayah Republik Indonesia. Sesuai dengan visi, misi, tugas pokok dang fungsinya, LDII mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta turut dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa guna terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan pancasila, yang diridhoi Alloh Subhanallohu Wata'ala.

LDII dalam mempelajari AL-Qur'an dan AL-Hadist menggunakan metode ilmu manqul (guru nya berguru dan disampaikan kepada murid yang juga lagi berguru). kalau anda tidak sepaham atau tidak sama metode dalam mempelajari AL-Qur'an dan AL-Hadist dipersilahkan, silahkan anda belajar dengan metode yang cocok dengan diri anda sendiri. Tapi bagi penulis buku yang sedang dalam mencari makan dan penghasilan dari cara menulis dan menerbitkan buku, menjelekkan bahwa metode yang dilakukan LDII sesat dan menyesatkan, padahal dirinya menulis buku tadi untuk jalan mencari makan, dapat duit, fulus, bisa beli mobil, dan bisa bergaya.

LDII menasehati semua warganya sesuai dengan tingkat usia atau umurnya atau tingkat problem yang mnyertainya, dengan pola yang tertib, sistematis, terjadwal, dan terencana untuk menjaga dari hal yang dilarang agama dan menyangatkan untuk mengamalkan dari hal yang duanjurkan oleh agama, itu esensinya.




Ukhuwah diantara warga LDII sangat kuat karena saling menasehati untuk saling bantu membantu kerjasama yang baik agar kehidupan didunia mulia,  lancar, dan sukses.

LDII sama sekali tidak pernah menjelekkan ormas lain kecuali memang pihak yang bertentangan dan ingin menjatuhkan LDII, namun LDII mengajak seluruh warganya untuk menjaga hubungan baik dengan seluruh komponen masyarakat, baik dengan sesama anggota warga LDII, baik dengan warga sekitarnya ataupun degan unsur pemerintahan sebagai pengatur negara. Tetapi tetap saja ada pihak lain yang tidak senang kepada LDII dikatakan sebagai aliran yang bersifat eksklusif.

Ciri-ciri LDII dalam melaksanakan ibadah keagamaan berusaha disesuaikan dengan praktek/amalan ibadah yang sudah dicontohkan oleh baginda Rosululloh SAW dan para sahabat yang sudah mendapat petunjuk. LDII tidak pernah memposting sesuatu yang menjelekkan atau sekalipun menyindir ormas lain, kecuali terhadap pihak yang tidak bertanggung jawab, dan hanya ingin memojokkan LDII.

Kami berupaya memebrikan tabayyun terhadap steatment beberapa orang yang mengetasnamakan mantan LDII dan beberapa orang yang terlanjur termakan isyu , yang akhirnya begitu tendensius membuat berita miring berisi fitnah-fitnahan, seolah-olah warga LDII begini.....begini... ada apa dengan mereka LDII. Kabar sepihak tersebut, ironisnya banyak yang menelannya mentah-mentah dan kemudian menebarkannya atau memuat berita fitnahan tersebut di beberapa blog/media lainnya dengan tidak melakukan cek and ricek terhadap kebenaran informasi tersebut.

Sejatinya, hal saling menjelekkan apalagi memutar balikan fakta adalah tindakan orang-orang yang tidak memiliki wawasan kebangsaan. Disatu pihak negara kita sedang menggencarkan persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI, eh ini malah menebar fitnah yang akhirnya akan memecah belah umat. Masa sih kita mau-maunya mengadu domba diri sendiri atau diadu domba oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.


Kita sama-sama satu nusa, satu bangsa, tuhan kita sama, nabi dan rosul kita sama, kitab kita sama yaitu Al-Quran dan Al-Hadist, ibadah haji kita ketujuan yang sama, dan mengamalkan hal yang sama yaitu ajaran Rosul dst. Kita banyak persamaan,bagaimana kalau kita cari persaam saja bukan perbedaan.

Dengan segala hormat, menurut hemat kami berdebat dan bantah-bantahan masala agama, bukanlah sikap dan tindakan seorang mukmin, tentu lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya. Masih banyak pekerjaan rumah kita untuk sama-sama membangun umat, bangsa dan negara sesuai bidang garapan dan keahlian masing-masing. Tentu lebih indah kita rukun kompak kerjasama yang baik daripada saling menjatuhkan. Bukankah lebih baik kita tunjukkan karya nyata kita masing-masiing.