Tampilkan postingan dengan label ldii sesat atau tidak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ldii sesat atau tidak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Desember 2017

Pengertian Haji, Umrah Serta Tata Cara amalannya

Ibadah haji adalah rangkaian amalan yang terdiri dari Umrah (tawaf di baitullah dan sa'i Shofa Marwa), dan Haji (Wukuf di padang arafah pada 9 Dhil Hijjah, melempar Jumrah Aqobah di Mina pada 10 Dhul Hijjah dan Tawaf Ifadoh). Seorang Muslim yang berhaji juga wajib mengerjakan umrah. Haji Tamatu' adalah haji yang  umrahnya dilaksanakan pada bulan haji (Tanggal 1 syawah sampai menjelang pelaksanaan haji 9-10 dhulhijjah) namun umrahnya dipisah dengan haji. Setelah selesai umrah, cukur gundul/ menggunting rambutkepala, dan lukar. selain itu semua larangan ihram sudah halal termasuk boleh menjima' istri.

Sambil menunggu pelaksanaan ihram haji pada bulan haji tahun itu juga, jamaah boleh beraktifitas bebas, bersenang-senang, seperti; Memakai minyak wangi atau berhubungan badan suami istri. Tamatu' berarti "bersenang-senang". Miqat ihram haji tamatu' mengikuti miqat ahli mekkah yaitu dari pondokkan masing-masing.

Haji Tamatu' adalah kategori ibadah haji yang banyak dilakukan ileh jamaah indoesia. Jamaah yang melaksanakan haji tamatu' dikenakan dam berupa seekor kambing, atau seekor sapi atau seekor unta atau sejenisnya. Apabila tidak bsa mewujudkan hadiah / dam maka bisa diganti dengan puasa 10 hari, 3 hari dikerjakan dalam haji dan 7 hari setelah pulang ketanah air.

Pekerjaan di Muzdalifah:

pengertian umrah dan haji

 

  1. Sholat Maghrib dan Isya qoshor jama' ta'khir.
  2. Mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah di mina besok harinya.
  3. Bermalam / mabit
  4. Sholat subuh lalu berhenti sebentar untuk berdoa sampai agak terang
  5. Pagi hari sebelum matahari terbit meninggalkan Muzdalifah berangkat menuju mina dengan terus-menerus.

Amalan di Mina:

pengertian haji dan umrah

1. Pada waktu dhuha melempar jumrah aqobah tanggal 10 dhulhijjah.

Tata cara melempar jumroh sebagai berikut:

  • Arah Baitullah disebelah kiri dan Mina (tempat Mabit) disebelah kanan
  • Melempar tugu jamarat sampai kena sebanyak 7 kali, Lemparan yang meleset / tidak kena tidak dihitung
  • Membaca takbir pada saat akan melempar atau bersamaan dengan kerikil yang dilemparkan atau sesudah batu mengenai tugu jamarat 
2. Menyembelih Hadiah (onta). Menyembelih onta wajib bagi jamaah yang melaksanakn haji Qiran.
3. Cukur Gundul / Menggunting rambut kepala
4. Lukar dan semua larangan ihram sudah halal kecuali menjima' istri
5. Mengerjakan Tawaf Ifadah di Baitullah dilanjutkan dengan sai Safa Marwah
6. Pada malam tanggal 11,12,dan 13 dhulhijjah bermalam / mabit di mina dan siang harinya mulai matahari condong kebarat sampai sebelum terbenam, melempar jumroh Ula-Wushto-Aqobah. Bagi jamaah yang nafar awal amalan mabit di Mina dan melempar 3 Jumrah cukup sampai tanggal 12 Dhulhijjah. Sebelum matahari terbenam harus sudah meninggalkan Mina.
7. Menjelang pulang mengerjakan tawaf Wada' (tawaf perpisahan)

Amalan Ini adalah puncak dari sempurna nya amalan kita, dengan bertemu kerumah Allah dan mendekatkan diri ke sang Penguasa akan membuat kita sadar bahwa hidup didunia ini hanya sementara, sedangkan kehidupan yang menant kita itulah kehidupan yang kekal dan abadi.



Kamis, 14 Desember 2017

Mengaji Yang Benar Menurut Quran dan Hadist | Amalan LDII

Sumber Hukum LDII adalah Al-Quran dan Hadist. Dalam memahami Alquran dan Hadist, ulama LDII juga menggunakan ilmu aat seperti ilmu Nahwu, shorof, badi', ma'nai, bayan, mantek, balaghoh, usul, fiqih, Muastholahul-hadist, dan sebagainya. Ibarat orang akan mencari ikan perlu sekali menggunakan alat untuk mempermudah menangkap ikan, seperti jala ikan. Perumpamaanya adalah seperti jala ikan. Perumpamaannya adalah seperti orang yang akan mencari jarum didalam sumur, perlu menggunkan besi sembrani. Untuk memahami arti dan maksud ayat-ayat Alquran tidak cukup hanya dengan penguasaan dalam bahasa ataupun ilmu shorof. Al-Quran memang berbahasa Arab tapi tidak berarti orang yang mampu berbahasa arab akan mampu pula memahami arti dan maksud dari ayat-ayat Al-Quran dengan kemampuan yang patut dimiliki oleh seorang da'i atau mubaligh, begitupun ilmu alat (Nahwu Shorof)

Mengaji merupakan salah satu amalan yang paling penting di dalam Islam. Di LDII untuk memahami arti dan maksud dari ayat-ayat Al-Quran maka da'i ataupun para mubaligh/ghoh telah memiliki kemampuan-kemampuan sebagaimana berikut:

1. Ilmu Balaghoh, yaitu ilmu yang dapat membantu untuk memahami dan menentukan mana yat-ayat yang mansukh (diganti/ralat) dan mana ayat-ayat yang nasikh 9gantinya), dan mana ayat-ayat yang merupakan petunjuk larangan (pencegahan).

2. Ilmu Asbabun Nuzul, yaitu Ilmu yang membahas sebab musabab trunnya ayat-ayat Al-Quran. Dengan Ilmu tersebut dapat diketahui situasi dan kondisi bagaimana dan kapan serta dimana ayat suci Al-Quran diturunkan.

3. Ilmu kalam, Yaitu ilmu tauhid yang membicarakan tentang keesaan Allah, sekaligus membicarakan sifat-sifatnya.

4. Ilmu Qiro'at, yaitu ilmu yang membahas Macam-macam bacaan yang telah diterima dari Nabi Muhammad (Qiro'atus Sab'ah)

5. Ilmu Tajwid, Yitu ilmu yang membahas cara-cara yang benar dalam membaca Al-Quran.

6. Ilmu Wujuh Wan-Nadzair, yaitu Ilmu yang menerangkann kata-kata dalam Al-Quran yang mempunyai arti banyak.

7. Ilmu Ghoribil Quran, yaitu ilmu yang menerangkan kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa atau tidak juga terdapat dalam percakapan sehari-hari.

8. Ilmu Ma'rifatul Muhkam Wal Mutasyabih, Yaitu ilmu yang menerbangkan ayat-ayat hukum dan ayat-ayat yang mutasyabihah.

9. Ilmu Tanasubi Ayatil Quran, yaitu ilmu yang membahas persesuaian/kaitan anatar satu ayat dalam Al-Quran dengan ayat yang sebelum dan sesudahnya.

10. Ilmu amtasil Quran, yaitu ilmu yang membahas segala perumpamaan atau permisalan.

mengaji yang benar menurut quran dan hadist


LDII menggunakan metode pengajian tradisional, yaitu guru-guru yang berasal dari bebrapa alumni pndok pesantren sperti, Gading Mangu di Kab Jombang, Wali Barokah Kab Kediri, Seruni, di Kab Sidoarjo dan masih banyak Lainnya. Merka bersam-sama mempelajari ataupun bermusyawarah beberapa waktu terlebih dahulu sebelum menyampaikan pelajaran dari Al-Quran dan Hadist Kepada para Jama'ah pengajian rutin atau kepada para sntriwan dan santriwati di pondok-pondok LDII, Untuk menjaga supaya tidak terjadi kekeliruan dalam memberikan penjelasan tentang pemahaman Al-Quran dana Hadist Kemudian Guru mengajar murid secara Langsung (Manqul) bai bacaan, makna (diterjemahkan secara Harfiyah), keterangan, dan untuk bacaan Alquran memakai ketentuan Tajwid.

Apakah yang dimaksud dengan" Manqul" ?, Manqul berasala dari bahasa Arab, yatu "Naqola-Yanqulu", yang artinya "Pindah". Maka ilmua yang manqul adalah ilmu yang dipindahkan / Tranfer dari guru kepada murid. Dengan kata lain, Manqul artinya berguru, yaitu terjadinya pemindahan ilmu dari guru kepada murid. Dasarnya adalah sabda Nabi Muhammad dalam Hadist Abu Daud, yang Bebunyi: " Kamu sekalian mendengarkan dan didengarkan dari kamu sekalian dan didengar dari orang yang mendengarkan dari kamu sekalian".

Dalam Pelajaran "Tafsir Manqul" berarti mentafsirkan suatu ayat Alquran dengan auyat Alquran lainnya, menafsirkan ayat Alquran denganhadist, "Manqul" berarti belajar Hadist dari guru yang mempunyai Isnad (Sandaran Guru) sampai kepada Nabi Muhammad. Dasarnya adalah ucapan Abdulloh bin Mubarok dalam Muqodimah Hadist Muslim, yang berbunyi : " Isnad itu termasuk agama, seandainyatidak ada isnad niscaya orang akan berkata menurut sekehendaknya sendiri".

Dengan Mengaji Yang benar yakni dengan Cara Manqul, Musnad dan Mutasil ( Persambungan dari guru ke guru erikutnya sampai sahabat dan sampai kepada Nabi Muhammad ), Maka secepatnya kita dapat menguasai Ilmu Al-Quran dan Hadist dengan mudah dan benar. Dengan demikian, kita segera dapat mengamalkan apa yang terkandung didalam Al-Quran dan Hadist sebagai pedoman ibadah kita. Dan sudah barng tentu penafsiran Al-Quran harus mengikuti apa yang telah ditafsirkan oleh Nabi Muhammad.



Selasa, 12 Desember 2017

Sholat TAUBAT Pelebur Dosa-dosa

Sholat TAUBAT Pelebur Dosa-dosa

Selain untuk meningkatkan amal ibadah dengan banter, ramadhan adalah momen yang tepat untuk melaksanakan taubat mohon ampunan kepada Alloh atas dosa dan perbuatan jelek agar terhindar dari siksa neraka.Ini merupakan amalan yang paling ampuh untuk melebur dosa-dosa. Salah satu syariat islam untuk menghapuskan dosa-dosa orang beriman adalah dengan melaksanakan taubat Nasuha. sesuai dengan seruan ALLOH dalam surat At-Tahrim ayat 8  : "Wahai orang-orang beriman bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha …*

[Surah At-Tahrim (66) ayat 8]

Sebagaimana disontohkan dalam Hadist Sunan Ibnu Majjah No. 2549 Bab Haddizzina Kitabu Hudud, ada tata cara pelaksanaan taubat dalam Islam yang Harus dilaksanakan oleh setiap muslim bila telah melakukan kesalahan atau pelanggaran agama, Yaitu ;

1. Datang menghadap kepada Rosululloh untuk mengakui kesalahannya dengan sejujur-jujurnya
2. Kesanggupan untuk membayar kafaroh

Dalam kasus Hadist tersebut, seorang laki-laki menghadap Nabi mengakui anaknya yang perjaka telah melakukan zina dengan majikan perempuannya dan laki-laki tersebut bersedia membayar kafaroh berupa seratus ekor kambing dan seorang pembantu. Namun sayang kafaroh sang ayah ditolak oleh nabi karena kafaroh pelanggaran had zina bagi seorang yang belum menikah adalah dijilid (dicambuk) 100 kali sedangkan majikan perempuannya harus diranjam.

Untuk dosa-dosa atu pelanggran-pelanggaran yang tidak ada hadnya, kafaroh bisa berupa tmbahan amal ibadah seperti: sholat tahajud, puasa, banyak membaca dzikir, dan lain-lain. Kafaroh adalah amal baik yang diharapkan pahalanya dapat mengimbangi / melebur / mensucikan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh Hamba ALLOH. Membayar shodaqoh sejumlah uang tertentu juga dapat menjadi kafaroh pelebur dosa, sesuai dengan sabda nabi yang tertulis dalam Hadist Shohih Bukhori No. 3586 Kitabul Manaqib.

...Dari Hudzaifah dari Rosululloh SAW beliau bersabda: " Fitnah seseorang dalam urusan keluarganya, anaknya dan tetangganya akan menghapus pada kesemuanya sholat, shodaqoh dan kebaikan". Sulaiman berkata: " Sungguh beliau mengatakan: "Sholat, Shodakoh. amar ma'ruf dan nahi mungkar".

Ada 4 syarat Untuk melaksanakan Taubat Nasuha, taubat yang diterima oleh ALLOH, yaitu:


1. Mengakui kesalahannya
2. Menunaikan / Membayar kafarohnya
3. Mereasa menyesal dan berkomitmen tidak akan mengulangi lagi kesalahannya tersebut.
4. Mohom pengampunan Kepada Alloh dengan mengucapkan Istighfar.

Semoga setelah melakukan beberapa syarat dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, Insyaalloh semua dosa kita akan diampuni. Tidak ada kata terlambat untuk mengakui keslahan dan bertobat kepada Alloh. Semua manusia pernah melakukan keslahan, namun sepandai-pandainya umat Alloh, yaitu orang yang bisa mengkoreksi dirinya sendiri, dan mengerti kesalahan apa  yang telah mereka pebuat. Masih banyak lagi hal-hal menarik mengenai LDII BACA SAJA Disini

semoga bermanfaat.

Selasa, 05 Desember 2017

Macam-macam Pengajian Didalam LDII



PENGJIAN LDII
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengadakan pengajian Al-Quran dan Al-Hadist dengan rutinitas. Umumnya pengajian diadakan 2-3 kali seminggu. LDII mempunyai program pembinaan caberawit (usia prasekolah sampai SD) yang terkoordinasi diseluruh masjid LDII. Selain pengajian umum, juga ada pengajian khusus remaja dan pemuda, pengajian khusus ibu-ibu, dan bahkan pengajian khusus Manula/Lanjut Usia. Pada musim liburan sering diadakan kegiatan pengkhataman Al-Quran dan hadist selama beberapa hari yang biasa diikuti anak-anak warga LDII dan Non LDII untuk mengisi waktu liburan mereka. Dalam pengajian LDII ini pula diberi pemahaman kepada peserta didik tentang bagaimana pentingnya dan pahalanya orang yang mau belajar dan mengamalkan Al-Quran dan Hadist dalam keseharian mereka.

LDII mengadakan berbagai forum tipe pengajian berdasarkan kelompok usia dan gender antara lain:


1. Pengajian kelompok tingkat PAC

pengajian ini diadakan rutin 2-3 kali dalam seminggu di masjid-masjid, musholla-musholla atau surau-surau yang ada hampir disetiap desa di Indonesia. Materi pengjian ditingkat kelompok ini yaitu Al-Quran (bacaan, terjemahan, dan keteranagn), hadist-hadist himpunan dan nasihat agama. Dalam forum ini pula jamaah LDII diajari hafalan-hafalan doa, dalil-dalil Al-Quran, Al-Hadist dan hafalan surat-surat pendek Al-Quran. Dalam forum pengajian kelompok tingkat PAC ini jamaah juga dikoreksi amalan ibadahnya seperti praktek berwudhu dan sholat.

2. Pengajian Caberawit

Pengembangan mental agama dan akhlaku karimah jamaah dimulai sejak usia dini. Masa kanak-kanak merupakan pndasi utama dalam pembentukan keimanan dan akhlak umat, sebab pada usia dini seorang anak mudah dibentuk dan diarahkan. Pengajian Caberawit diadakan setiap hari disetiap kelompok pengajian LDII dengan materi antara lain bacaan iqro, menulis pegon, hafalan doa-doa dan surat-surat pendek Al-Quran. Forum Pengajian Caberawit juga diselingi dengan rekreasi dan bermain.

3. Pengajian Muda-Mudi

Muda-Mudi atau usia remaja perlu mendapat perhatian khusus dalam pembinaan mental agama. pada usia ini pola pikir anak mulai berkembang dan pengaruh negatif dari lingkungan semakin kuat. Karena itu pada masa ini perlu menjada dan membentengi para remaja dengan kefahaman agama yang memadai agar generasi muda LDII tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat, dosa-dosa dan pelanggaran agama yang dapat merugikan masa depan mereka.Selain itu khusus putri ada kegiatan khusus yaitu pengjian keputrian, yang mana pengajian ini membuat seorang wanita mengerti dan sadar bahwa menjaga aurot merupakan hal yang terpenting.
Pembinaan generasi muda dalam LDII setidaknya memiliki 3 sasaran yaitu:

  1. Menjadikan generasi muda yang sholeh, alim (banyak ilmunya) dan fakih dalam beribadah.
  2. Menjadikan generasi  muda yang berakhlakul karimah (berbudi pekerti luhur), berwatak jujur, amanah, sopan dan hormat kepada orang tua dan orang lain.
  3. Menjadikan generasi muda yang tertib, disiplin, terampil dalam bekerja dan bisa hidup mandiri.

4. Pengajian Wanita/Ibu-ibu

Para wanita, ib-ibu dan remaja perlu diberi wadah khusus dalam pembinaan keimanan dan peningkatan kepahaman agama, mengingat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita.Selain itu banyak persoalan khusus dalam agama islam menyangkut peran wanita dan para ibu. Haid Kehamilan, nifas, bersuci (menjaga najis), mendidik dan membina anak, melayani dan mengelola keluarga merupakan persoalan khusus wanita dan ibu-ibu LDII juga memberkan pengetahuan dan keterampilan praktis tentang keputrian yang berguna untuk bekal hidup sehari-hari dan menunjang penghasilan keluarga.

5. Pengajian Lansia
Para Lansia perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat pada usia senja diharapkan umat muslim lebih mendekatkan diri kepada Alloh sebagai persiapan menghadap kepada illahi dalam keadaan khusnul Khotimah.

6. Pengjian Umum
Pengajian umum merupakan forum gabungan antara beberapa jamaah PAC dan PC LDII. Pengajian ini juga merupakan wadah silaturahmi antar jamahh LDII untuk membina kerukunan dan kekompakan antar jamahh.

Itulah macam-macam pengjian yang ada didalam LDII, Semua pengajian LDII bersifat terbuka untuk umum, siapapun boleh datang mengikuti setiap pengjian sesuai dengan jadwal yang tela ditentukan. Dan kami berharap kami tidak akan mendengar bahwa LDII merupakan aliran sesat atau apalah. Karena semua kegiatan LDII merupakan kegiatan yang terbuka untuk siapapun, dan kami menerima siapapun untuk belajar ilmu agama bersama LDII.

Kamis, 23 November 2017

Beginilah Cara Sholat Berjama'ah Orang LDII

Hai guys.. pasti kalian penasaran dengan cara sholat orang LDII, setelah kita telusuri ke beberapa masjid ternyata Beginilah cara sholat berjamaah orang LDII .yuk kita simak penjelasannya. Seperti yang kita ketauhi bahwa sholat merupakan kewajiban bagi setiap orang islam, tanpa adanya sholat maka runtuhlah amalan orang tersebut. Baik buruknya amalan seseorang dilihat dari sholatnya "Jika sholatnya baik (tertib dan menurut syariat) maka baiklah seluruh amalannya"

Namun apakah kalian mengetahui bahwa sholat yang paling baik dilakukan adalah dengan berjamaah, itulah mengapa LDII sangat mengutamakan para jama'ahnya untuk melaksankan sholat secara berjama'ah.
cara sholat orang ldii


Keutamaan Sholat Berjama'ah


Sholat Berjama'ah bagi sebagian orang masih dianggap sebagai rutinitas biasa, padahal sudah jelas tertulis didalam Hadist Abu Dawud No. 547 bahwa Rasululloh SAW telah memerintahkan umat islam untuk melaksanakn sholat secara berjama'ah. Karena sangat pentingnya dan banyaknya keutamaan sholat berjamaah maka kita seharusnya memahami bahwa sholat berjama'ah adalah salah satu bentuk ketaqwaan kita terhadap Alloh SWT dan seseorang bisa dinilai kepribadiannya dari ketertiban sholat jamaahnya, seperti yan saya katakan tadi kan.

Jika sholatnya kurang tertib dan sering terlambat maka kemungkinan besar dalam hal duniawi orang tersebut juga kurang tertib bahkan keimanan dalam dirinya sangat lemah sehingga mudah tergoda oleh setan namu jika ibadahnya berlebihan itu juga dibenci oleh Alloh dengan disibukkan masalah dunia dan melupakan masalah akhirot.

LDII mengamalkan Sholat menurut quran dan hadist 

Sholat berjamaah adalah shalat yang dilaksanakan oleh lebih dari satu orang dan dipimpin oleh sorang imam. Agar sholat berjamaah di masjid bisa dilakukan secara tertib dan rutin, maka sebuah masjid mesti dilengkapi dengan perangkat imam sholat dan muazin. Muazin disamping bertugas mengumandangkan azan sebaiknya juga bisa mengobrak-ngobrak jamaah sekitar masjid untuk segera datang ke masjid. Sholat berjamaah memiliki kefadholan antara lain:

  1. Orang yang sholat tidak mudah digoda setan.
  2. Sholat berjamaah pahalanya 27 kali lipat dibanding sholat sendiri yang hanya mendapatkan pahala 1 (itupun kalu khusyuk)
  3. Orang yang mendengarkan azan namun tidak datang untuk sholat berjamaah melainkan sholat sendirian, maka sholatnya tidak diterima oleh Alloh.

Bukan jamannya lagi bagi kita kita berkata "yang penting sholat" sekarang yang tepat diucapkan adalah "mari perbaiki dan sempurnakan sholat kita". Mungkin untuk ukuran gerakan dan bacaan dan doa-doa sholat, sudah faham semua. umumnya doa dan gerakkan ini lebih gampang dan punya presisi yang tinggi. Asal thuma'ninah gerakan kita sah. Asal hafal, semua beres. sumber utama kekurangan sempurnaan sholat kita umumnya adalah dalam kekhusyuan.

Betapa banyak manusia yang tergoda oleh tipuan setan sehingga dalam melakukan shalatnya tidak lagi dapat berkonsentrasi (khusyu'). Bahkan khusyu' dalam shalat meupakan perkara yang pertama kali dicabut oleh Allah dari permukaan bumi, padahal kita kini hidup pada akhir zaman. Keadaan ini sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Hudzaifah Radhiyallhu 'anhu:
"Mula-mua sesuatu yang kamu kehilangan dari agamamu adalah kekhusyuan. Sedangkan yang terakhirnya adalah shalat. Mungkin seseorang yang mengerjakan shalat, tetapi tidak mendapat kebaikan. Hampir-hampir kamu masuk masjid, tetapi tidak kamu jumpai orang-orang yang shalat dengan khusyu'."


Khusyuk merupakan pekerjaan hati, kekhusyuan itu diawali dari niatnya yang karna Alloh, saya dapat memastikan jika dari awal tidak niat karna Alloh maka sholatnya tidak akan khusyuk. Sekarang banyak orang yang hanya sekedar sholat, namun tidak mengerti bagaimana sholat yang benar, sholat yang menurut kaidah ajaran islam, dan sunnah nabi. Seperti itulah cara sholat berjamaah orang LDII, masih banyak lagi amalan-amalan LDII lainnya, yang dapat menyanggah prsepsi seseorang bahwa LDII itu sesat.

Senin, 20 November 2017

LDII Bukan Aliran Sesat

Sebelum kami lanjutkan artikel ini, mohon difahami bahwa tulisan ini dimaksudkan dalam konteks pembinaan dan pemantapan intern warga dan simpatisan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) . Diharapkan juga sebagai tabayyun dan hak jawab atas berita miring di berbagai media khususnya di dunia maya/internet yang mengatakan bahwa LDII adalah "aliran sesat".

Tuduhan LDII sesat/Kesesatan LDII merupakan tuduhan keji salah alamat dari segelintir pihak yang tidak senang kepada LDII. Mereka niata banget ya padahal notabene mereka adalah saudara kita sebangsa setanah air lho dan anehnya lagi mereka adalah sesama muslim/orang islam yang sudah sama-sama tahu bagaimana hukumnya menuduh orang lain dan bagaimana bila ternyata tuduhan tersebut tidak benar maka tuduhan tersebut akan kembali kepadanya?, sungguh aneh ya..

Sebenernya kami berterima kasih kepada mereka yang telah memberitakan LDII walaupun isinya berupa berita miring, Fitnahan dan tuduhan keji, Justru ternyata malah menjadi media promosi gratis buat LDII baik di media offline maupun online.LDII mtidak melakukan amalan yang jelek, dan juga mempunyai ciri khas dalam beribadah.

Makin difitnah, makin dicemarkan nama baiknya, dituduh macem-macem, ehh malah bikin orang penasaran dan malah ikut ngaji di LDII dan berbalik mendukung LDII, malah betah di LDII karena setelah mengikuti kegiatannya jadi mengerti apa dan bagaimna sebenarnya LDII dan kenyataanya tidak seperti yang diceritakan dalam pemberitaan miring selam ini misalnya LDII diisyukan suka tukar menukar pasangan, LDII diisukan mengepel bekas sholat selain warga LDII, LDII diisukan kalau salaman dicuci lagi tangannya, LDII difitnah akan membunuh orang yang keluar dari LDII, dan lain-lain isu-isu menyesatkan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Padahal kenyataannya tidak kan?


Agar dalam beribadah bisa betul-betul mantap tidak ngambang, kita tentu perlu sebuah keyakinan, keyakinan bahwa yang kita amalkan dalam beribadah saat ini sudah sesuai dengan tuntunan Alloh SWT dan Rosulnya yang akan membawa kita masuk kedalam surga.

Jadi Darimana kita tahu bahwa kita sudah di rel/jalur yang benar? tentu tinggal buka, gali, pelajari dan kaji pedoman kita kitabillah dan sunnati Nabiyyihi. Jadi tidak benar steatment bahwa LDII sok suci, merasa yang paling benar sendiri, seolah-olah surga miliknya sendiri, emangnya surga punya mbahnya, dsb..dst.

Anda sepakat kan bahwa Al-Quran dan Al-Hadist pedoman ibadah kita. Semua ritual ibadah sudah diatur kok disitu, tinggal mencocokan saja, Mau bab apa saja ada, sampai bab cara beretika pun ada, cara berpakaian muslim laki-laki yang tidak boleh menutupi mata kaki dan bagaimana wajibnya berkerudung bagi muslimah, sampai cara memakai alas kaki pun dijelaskan.

Nah, Bagaimana kita bisa tau isi Al-Quran dan Al-Hadist kalau kita tidak membuka, membaca, mengkaji, menggali dan mempelajarinya? Jangan-Jangan Al-Quran juga jarang dibuka, hadist sampulnya saja belum tau bagaimana tampangnya hadist Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Sunan Nasai, Sunan Tirmidzi, Sunan Ibnu Majjah, Sunan Abu Daud, dsb.

Alloh lah yang membuat alam semesta beserta isi dan skenarionya, termasuk Alloh menciptakan surga dan neraka, maka Alloh pula lah yang menentukan aturan-aturan agar bisa menjadi penghuni surganya. Alloh yang menciptakan Nabi Adam, Mengusirnya kedunia kemudian membuat aturan agar Nabi Adam dan keturunannya kembali masuk surga.

Ibarat kita sedang menuju sebuah perjalanan , Misalnya mau ke jawa timur dari Bandung Naik kereta. Jawa Timur adalah "tujuan perjalanan" dan "kereta" adalah "transportasi yang digunakan untuk menuju tujuan", Nah, tentunya untuk mencapai tujuan Jawa Timur maka kereta tersebut harus di rel yang benar menuju ke Jawa Timur. Didalam kereta ,Kita kan terikat aturan-aturan agar tidak diturunkan di tengah jalan diantaranya kita harus punya tiket resmi, kita juga harus tunduk aturan didalam kereta tidak boleh semaunya.

Apalagi urusan agama yang taruhannya natara suraga dan neraka. Tentu ada alat transportasinya dan di jalur rel yang sesuai tuntunan Alloh dan Rosul-Nya dan kita tunduk pada aturan-aturan agama, supaya kita bisa sampai ketujuan yakni surga Alloh SWT dan selamat dari Neraka Alloh SWT, Dulu awal islam masuk ke jazirah Arab, cukup dengan membaca kalimat syahadat, sudah dijamin masuk surga. Namun setelah itu Rosul mendapatkan wahyu untuk menyampaikan aturan-aturan yang harus ditaati tidak cukup membaca syahadat saja tapi ya harus sholat, puasa, zakat, dan haji bagi yang mampu dan lain-lain aturan yang tercakup dalam Al-Quran dan Al-Hadist