Tampilkan postingan dengan label ciri khas ldii. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ciri khas ldii. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Desember 2017

Sholat Dhuha dan Keutamaanya | Amalan LDII


Sholat dhuha, amalan LDII


Sholat sunnah Dhuha dikerjakan pada waktu pagi mulai dari terbitnya matahari (Beranjak kurang lebih 1 meter dari tempat terbitnya) sampai pada saat tergelincirnya matahari. Sholat sunnah Dhuha dikerjakan boleh 2 rokaat 4 rokaat 8 rokaat dan paling banyak 12 rokaat. Dengan melakukan Amalan ini kontinyu (berkelanjutan) maka sesorang tersebut dapat merasakan keutamaan dan Manfaat dari sholat Dhuha

Jangan Hanya berpatok pada sesuatu yang Wajib saja, Manusia harus tetap menambah Amalannya agar Derajatnya disurga semakin tinggi. Selain melakukan Ibadah sholat Wajib Dengan BENAR kita juga dianjurakan nabi untuk melakukan Sholat sunnah, Salah Satunya Dengan Sholat Dhuha .Berikut 6 rahasia dan keutamaan yang tersimpan  dalam Sholat Dhuha.



6 Rahasia dan keutamaan Sholat Dhuha


Rahasia dan keutamaan sholat Dhuha, Sholat dhuha merupakan salah satu diantara sholat-sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rosululloh SAW. Banyak sekali penjelasan hadits yang telah menyebutkan berbgai keutamaan dan keistimewaan sholat dhuha bagi siapa saja yang melaksanakannya. Berikut ini adaalha beberapa hadist Rosululloh Muhammad SAW yang menceritakan tentang keutamaan Sholat Dhuha, diantaranya :

1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh Manusia
Dari Abu Dzar al- Ghifari ra, ia berkata bahwa nabi Muhammad SAW bersabda :

"Disetiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanalloh) adalah sedekah , setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahailalloh) adalah sedekah, setiap takbir (Allohhu Akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungaran adalah sedekah. dan dua rakaat dhuha diberi pahala" (HR Muslim)

2. Ghanimah (keuntungan) yang besar

Dari Abdulloh bin Amr bin Ash Radhiyallahu anhuma , ia berkata:

Rosululloh saw mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi saw berkata: " perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali".

Merka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali( karena dekat jaraknya).

Lalu Rosululloh saw berkata: " Maukah kalian aku tunjukan kepada tujuan paling dekat dari mereka (Musuh yang akan diperangi), paling banyak Ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?"

Mereka menjawab "ya!"

Rosul saw berkata lagi:

"Barangsiapa yang berwudhu kemudian masuk kedalam masjid untuk melakukan sholat dhuha, dia lah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya" (Shahih al-Targhb:666)

3. Sebuah Rumah di Surga


Bagi yang rajin mengerjakan sholat dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah didalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah Hadist Nabi Muhammad saw: "Barangsiapa yang sholat dhuha sebanyak empat rokaat dan empat rokaat sebelumnya, maka ia kan dibangunkan sebuah rumah disurga." (Shahih al-jami" :634)

4. Memperoleh Ganjaran di sore hari

 Dari Abu Darda" ra, ia berkata bahwa rosululoh saw berkata"

Allah ta'ala berfirman : " Wahai anak adam, sholatlah untukku empat rokaat dari awal hari, maka aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya" (Shahih al-jami : 4339)

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan : "innallaa azza wa jalla yaqulu : Yabna adam akhfini awwala al-naha bi arbai rakaat ukhfika binina akhrira yaumika"
(Sesungguhnya Alloh Azaa wa jalla berfirman : "wahai anak adam cukuplah bagiku empat rokaat di awal hari maka aku akan mencukupimu di sore harimu".

5. Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasululloh saw bersabda:

"Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan sholat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan sholat dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah...." (Shahih al-Targhib : 673).

Dalam sebuah hadist yag lain disebutkan bahwa nabi saw Bersabda :

" Barangsiapa yang mengerjakan sholat fajar (subuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Alloh hingga terbit matahari, lalu ia sholat dua rokaat (dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna..." (Shohih al-jami : 6346).

6. Ampunan Dosa

:"Siapa pun yang melaksanakan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Alloh, sekalipun dosa itu sebanya buih lautan." (HR Tirmidzi).

Sholat Dhuha merupakan Amalan Andalan yang sangat dianjurakan oleh Rosulullah karena cara dan syaratnya yang tidak sulit namun Ganjaran yang dijanjikan Allah begitu besar, maka banyak sekali yang menjadikan Sholat Dhuha sebagai rutinitas Sehari-hari. Namun jangan sampai kita salah niat, yaitu hanya ingin mendapatkan keuntungan dari sholatnya saja namu melupakan tujuan utama dilupakan yaitu ingin mendapatkan Rdhonya Alloh. Yang belum Mencoba, belum terlambat jangan sampai kita melewatkan kesempatan emas ini. Selamat Mencoba.









Senin, 20 November 2017

Kegiatan Pengajian Dalam LDII

Mengaji Qur'an dan Hadist merupakan program pertama dan paling utama dalam LDII. Mengaji Qur'an dan Hadist dilaksanakan secara ruting 2-3 kali dalam seminggu di setiap kelompok pengajian LDII. Biasanya setiap desa / kelurahan terdapat satu kelompok pengajian di bawah koordinasi Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII.

Manfaat mengaji Qur'an dan Hadist antara lain:

 

  1. Menjamin sahnya pengalaman ibadah yang dikerjakan, sebab suatu amalan ibadah yang tidak didasari pengetahuan ilmu/dalilnya tidak diterima oleh Alloh.
  2. Menjaga kemurnian agama islam, menghindari ro'yu, angan-angan, pendapat  atau liberalisasi dalam pemahaman dan dan pengamalan ajaran islam.
  3. Menguasai ilmu Qur'an Hadist merupakan syarat mutlak hiduonya agama Islam dan tegaknya keimanan seorang Muslim.
  4. Dengan Mengetahui dasar dalil dalam Al-Qur'an & Hadist para jamaah akan memahami hak kewajiban masing-masing sebagai orang islam, sehingga jamaah mulai dinasehati, diarahkan  dan diajak untuk beribadah dan beramal sholih.
  5. Dengan menguasai ilmu Qur'an & Hadist masing-masing jamaah dalam beribadah tidak semata terpaku pada figur ulama', kyai atau pemimpinnya.
  6.  Mengaji Qur'an Hadist memang merupakan kewajiban pokok dalam islam



Materi pengajian adalah Al-Qur'an dan Al-Hadist. Untuk Jamaah pada umumnya, agar mudah diamalkan, LDII mencetak Himpunan Hadist berdasarkan kitab atau kategori amalan tertentu, seperti:Kitabu Sholah, Kitabu Daawat, Kitabu Adab, Kitabu Manasik Haji, dan lain-lain. Di LDII ada 15 Hadist himpunan. Untuk level mubaligh dan ulama dalam LDII juga dikajikan Hadist besar yang juga dikenal dengan hadist Kutubu Sittah, terdiri dari:

1. Hadist Shohih Bukhori
2. Hadist Shohih Muslim
3. Hadist Sunan Abi Dawud
4. Hadist Sunan Nasa'i
5. Hadist Sunan Tirmidzi
6. Hadist Sunan Ibnu Majjah

Untuk wilayah Jawa Timur, Kitab Quran dan Kitab Hadist Kutubu Sittah dapat diperoleh/ dibeli di daerah kampung Arab sekitar Masjid Ampel Surabaya.

Metode pengajian di LDII sangat sederhana yaitu guru membaca. menterjemahkan dan menerangkan ayat-ayat Qur'an atau Hadist-Hadist yang dikaji sedangkan murid/ jamaah mendengarkan, menulis makna kata demi kata dibawah text Quran atau Hadist yang sedang dikaji.Keterangan ayat Qur'an atau Hadist juga ditulis langsung dilembar halaman yang bersangkutan.Jamaah LDII memisahkan antara Quran untuk mengkaji keterangan.

Guru-guru pengajian LDII di tingkat kelompok atau PAC adalah mubaligh atau mubalighot utusan LDII pusat yang dikirim melalui Pondok Wali Barokah Kediri Jawa Timur. LDII setiap bulan meluluskan dan menyebarkan sedikitnya 500 orang mubaligh mubalighot keseluruh tanah air.

Dalam beribadah kepada Alloh, mempelajari dan mengamalkan agama islam berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadist para jamaah LDII senantiasa dinasehati agar didasari niat yang murni Karena ALLOH yaitu mengharapkan balasan rahmat dan ridho Alloh berupa surga dan takut akan murka dan siksa Alloh berupa Neraka.

Dalam melaksanakan ibadah kepada Alloh, Jamaah LDII diarahkan agar bisa tertib, khusuk, mutawari' dang sungguh-sungguh. Selalu menjauhi perbuatan sirik, bid'ah, kurofat, dan tahayul serta menghindari perbuatan dosan, pelanggaran, kemaksiatan, barang haram, riba, dan lain sebagaina. Dalam praktek Mutawari' (Hati-hati dalam menjaga kemurnian dan sahnya amalan) oleh jamaah LDII seringkali menimbulkan kelasalahpahaman/ prasangka negatif warga lain misalnya dalam praktek menjaga kesucian tempat ibadah, dimana secra rutin tiap pagi/sore maupun sebelum kumandang azan lantai tempat ibadah seperti masjid/ Mushola aelalu di sucukan dengan cara dilap/dipel agar tempat ibadahnya tersebut selalu bersih dan terjaga kesuciannya.

Dibencinya Ibadah berlebih-lebihan



Rosululloh melarang umat islam beribadah secara belebih-lebihan. Alloh tidak akan bosan memberi pahala hambanya namun nabi khawatir justru umatnya keberatan dan lari karena ibadah yang melebihi batas. Nabi tidak ingin menjadikan ibadah sebagai beban berat yang membosankan namun ibadah sebagai rutinitas yang ringan dan menyenangkan, hal ini tidak terlepas dari niat awal yang karna Alloh '' inna a'malu binniyah''

Nabi s.aw. bersabda:''kalian memudahlah jangan mempersulit, menyenangkanlah jangan membuat mereka lari''
(Hadist shohih Bukhori No 69 kitabu ilmi)

1. Beribadah terus menerus dengan mengabaikan kewajiban merawat keluarga, anak istri. Termasuk seorang bujang yang beribadah dengan melupakan kewajiban untuk menikah dan mencari nafkah. Muslim yang gencar beramar ma'ruf sementara untuk makan mereka minta-minta, termasuk sikap melebihi batas.

2.Melaksanakan ibadah melebihi ketentuan yang telah di syariatkan oleh Nabi SAW
contoh:
*Berpuasa setiap hari tanpa terputus, sedangkan maksimal puasa terbaik adalah puasanya nabi daud sehari puasa sehari tidak.
*Beribadah sepanjang malam tanpa tidur sama sekali. ini jelas menyalahi syariat islam. Tuntutan Nabi adalah tidur pada awal malam dan bangun beribadah pada 1/3 malam yang akhir.

3.Meremehkan ketentuan dan syariat Nabi s.a.w dan menganggap syariat nabi tidak adil dan kurang sempurna. contoh melebih-lebihkan ibadah kategori ini adalah:
*seseorang sholat dengan mengulang takbirotul ikhrom berkali-kali karena merasa kurang mantap kalau takbir hanya sekali
*Mewajibkan wanita haid mengganti sholatnya setelah suci
*Melempar jumroh dengan batu besar padahal sunnahnya dengan kerikil
*Menambah-nambahi ibadah tuntunan nabi karena merasa lebih pol dengan syariat yang ditambah-tambahi dan di model-model

Orang-orang yang mencela dan menganggap sunnah nabi tidak adil, hukumnya adalah keluar dari agama alias bukan orang islam walaupun kelihatannya ibadah mereka pol. Sedangkan orang-orang yang beramal tidak didasari pada sunnah nabi maka amalannya di tolak/ tidak diterima oleh Alloh.

....Abi Said meriwayatkan: ''Sejumlah harta dikirimkan pada nabi saw maka nabi membagikan pada empat orang dan nabi bersabda:''Aku ingin melunakan hati mereka (orang-orang yang diberi)''. Maka seorang rojul mencela: ''Engkau nabi tidak adil''. Nabi Menjawab: ''Akan muncul kelunturan kaum ini mereka keluar dari agama''
[Hadist Shohih Bukhori No 4667 Kitabu Tafsir Qur'an]

....Aisyah menghabari, sesungguhnya Rosululloh SAW bersabda: ''Barangsiapa beramal suatu amalan yang tidak ada perkaraku atas amal itu maka amalan itu ditolak''
[Hadist shohih Bukhori No. 18-(1718) Kitabul Hudud]


Tuduhan bahwa LDII SESAT merupakan tuduhan yang keji salah alamat dari segelintir pihak yang tidak senang dengan ldii,Maaf penjelasan berikut dalam konteks pembinaan intern dan tabayyun kepada sesama orang islam/Muslim yang sering membuat berita miring dan mengatakan sesat terhadap ldii. Adapun ada non Muslim/pemeluk agama lain yang membaca tulisan kami, kami menghormati(tasamuh) dan menghargai keyakinan agama/keyakinan/kepercayaan anda, silahkan apa yang anda yakin diamalkan dan ditetapi sesuai agama dan kepercayaannya.

LDII bersaksi sepenuh hati , jiwa dan raga bahwa tiada tuhan selain Alloh SWT , bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan dan Rosul Alloh terakhir yang diutus dimuka bumi ini (LDII mengimani pula rosul-rosul lain sebelum nabi Muhammad SAW), juga mengimani/ mempercayai / malaikat-malaikatnya Alloh , Mengimani akan terjadinya hari akhir/hari pembalasan/hari kiamat, mengimani Qada dan Qadar yang telah Alloh tulis di lauhill mahfudz, serta mengimani dan hanya berpedoman kepada kitabillah Al- Quranul Karim dan shunnah Rosululloh SAW dalam AL-Hadist.dan LDII bukanlah agama yang sesat


Kesempurnaan hanya milik Alloh SWT. Mohon maaf bila ada kalimat yang kurang berkenan dan kesalahan karena keterbatasan penulis.

Sekian, bila ada tambahan dan masukan positif tentang LDII dari pembaca silahkan tuliskan di kolom komentar.


Ciri Khas Dari LDII



Pertama kita akan memberikan pengertian tentang apa itu LDII, LDII atau Lembaga Dakwah Islam Indonesia merupakan organisasi dakwah kemasyarakatan diwilayah Republik Indonesia. Sesuai dengan visi, misi, tugas pokok dang fungsinya, LDII mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta turut dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa guna terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan pancasila, yang diridhoi Alloh Subhanallohu Wata'ala.

LDII dalam mempelajari AL-Qur'an dan AL-Hadist menggunakan metode ilmu manqul (guru nya berguru dan disampaikan kepada murid yang juga lagi berguru). kalau anda tidak sepaham atau tidak sama metode dalam mempelajari AL-Qur'an dan AL-Hadist dipersilahkan, silahkan anda belajar dengan metode yang cocok dengan diri anda sendiri. Tapi bagi penulis buku yang sedang dalam mencari makan dan penghasilan dari cara menulis dan menerbitkan buku, menjelekkan bahwa metode yang dilakukan LDII sesat dan menyesatkan, padahal dirinya menulis buku tadi untuk jalan mencari makan, dapat duit, fulus, bisa beli mobil, dan bisa bergaya.

LDII menasehati semua warganya sesuai dengan tingkat usia atau umurnya atau tingkat problem yang mnyertainya, dengan pola yang tertib, sistematis, terjadwal, dan terencana untuk menjaga dari hal yang dilarang agama dan menyangatkan untuk mengamalkan dari hal yang duanjurkan oleh agama, itu esensinya.




Ukhuwah diantara warga LDII sangat kuat karena saling menasehati untuk saling bantu membantu kerjasama yang baik agar kehidupan didunia mulia,  lancar, dan sukses.

LDII sama sekali tidak pernah menjelekkan ormas lain kecuali memang pihak yang bertentangan dan ingin menjatuhkan LDII, namun LDII mengajak seluruh warganya untuk menjaga hubungan baik dengan seluruh komponen masyarakat, baik dengan sesama anggota warga LDII, baik dengan warga sekitarnya ataupun degan unsur pemerintahan sebagai pengatur negara. Tetapi tetap saja ada pihak lain yang tidak senang kepada LDII dikatakan sebagai aliran yang bersifat eksklusif.

Ciri-ciri LDII dalam melaksanakan ibadah keagamaan berusaha disesuaikan dengan praktek/amalan ibadah yang sudah dicontohkan oleh baginda Rosululloh SAW dan para sahabat yang sudah mendapat petunjuk. LDII tidak pernah memposting sesuatu yang menjelekkan atau sekalipun menyindir ormas lain, kecuali terhadap pihak yang tidak bertanggung jawab, dan hanya ingin memojokkan LDII.

Kami berupaya memebrikan tabayyun terhadap steatment beberapa orang yang mengetasnamakan mantan LDII dan beberapa orang yang terlanjur termakan isyu , yang akhirnya begitu tendensius membuat berita miring berisi fitnah-fitnahan, seolah-olah warga LDII begini.....begini... ada apa dengan mereka LDII. Kabar sepihak tersebut, ironisnya banyak yang menelannya mentah-mentah dan kemudian menebarkannya atau memuat berita fitnahan tersebut di beberapa blog/media lainnya dengan tidak melakukan cek and ricek terhadap kebenaran informasi tersebut.

Sejatinya, hal saling menjelekkan apalagi memutar balikan fakta adalah tindakan orang-orang yang tidak memiliki wawasan kebangsaan. Disatu pihak negara kita sedang menggencarkan persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI, eh ini malah menebar fitnah yang akhirnya akan memecah belah umat. Masa sih kita mau-maunya mengadu domba diri sendiri atau diadu domba oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.


Kita sama-sama satu nusa, satu bangsa, tuhan kita sama, nabi dan rosul kita sama, kitab kita sama yaitu Al-Quran dan Al-Hadist, ibadah haji kita ketujuan yang sama, dan mengamalkan hal yang sama yaitu ajaran Rosul dst. Kita banyak persamaan,bagaimana kalau kita cari persaam saja bukan perbedaan.

Dengan segala hormat, menurut hemat kami berdebat dan bantah-bantahan masala agama, bukanlah sikap dan tindakan seorang mukmin, tentu lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya. Masih banyak pekerjaan rumah kita untuk sama-sama membangun umat, bangsa dan negara sesuai bidang garapan dan keahlian masing-masing. Tentu lebih indah kita rukun kompak kerjasama yang baik daripada saling menjatuhkan. Bukankah lebih baik kita tunjukkan karya nyata kita masing-masiing.